Random Post

Two col-left

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label TKJ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TKJ. Tampilkan semua postingan

Memahami Port Standar pada Aplikasi dan Protokol Jaringan

Written By Unknown on Jumat, 24 Februari 2012 | 16.09

Pada terminologi jaringan komputer, port merupakan titik komunikasi spesifik yang digunakan oleh sebuah aplikasi yang memanfaatkan lapisan transport pada teknologi TCP / IP. Artikel ini menceritakan tentang beberapa port yang digunakan oleh aplikasi ataupun protokol standar.
Pada terminologi komputer ada dua jenis Port yaitu :
  • Port Fisik,adalah soket/ slot / colokan yang ada di belakang CPU sebagai penghubung peralatan input-output komputer, misalnya PS2 Port yang digunakan oleh Mouse dan Keyboard, USB Port atau Paralel Port.
  • Port Logika (non fisik),adalah port yang di gunakan oleh aplikasi sebagai jalur untuk melakukan koneksi dengan komputer lain mealalui teknologi TCP/IP, tentunya termasuk koneksi internet.
Yang akan dibahas pada artikel ini adalah port logika, mungkin akan berguna bagi anda yang mengelola server linux untuk berbagai keperluan.

Port Standar dan Kegunaan

1-19, berbagai protokol, Sebagian banyak port ini tidak begitu di perlukan namun tidak dapat diganggu. Contohnya layanan echo (port 7) yang tidak boleh dikacaukan dengan program ping umum.
20 – FTP-DATA. “Active” koneksi FTP menggunakan dua port: 21 adalah port kontrol, dan 20 adalah tempat data yang masuk. FTP pasif tidak menggunakan port 20 sama sekali.
21 – Port server FTP yang digunakan oleh File Transfer Protocol. Ketika seseorang mengakses FTP server, maka ftp client secara default akan melakukan koneksi melalui port 21.
22 – SSH (Secure Shell), Port ini ini adalah port standar untuk SSH, biasanya diubah oleh pengelola server untuk alasan keamanan.
23 – Telnet server. Jika anda menjalankan server telnet maka port ini digunakan client telnet untuk hubungan dengan server telnet.
25 – SMTP, Simple Mail Transfer Protocol, atau port server mail, merupakan port standar yang digunakan dalam komunikasi pengiriman email antara sesama SMTP Server.
37 – Layanan Waktu, port built-in untuk layanan waktu.
53 – DNS, atau Domain Name Server port. Name Server menggunakan port ini, dan menjawab pertanyaan yang terkait dengan penerjamahan nama domain ke IP Address.
67 (UDP) – BOOTP, atau DHCP port (server). Kebutuhan akan Dynamic Addressing dilakukan melalui port ini.
68 (UDP) – BOOTP, atau DHCP port yang digunakan oleh client.
69 – tftp, atau Trivial File Transfer Protocol.
79 – Port Finger, digunakan untuk memberikan informasi tentang sistem, dan login pengguna.
80 – WWW atau HTTP port server web. Port yang paling umum digunakan di Internet.
81 – Port Web Server Alternatif, ketika port 80 diblok maka port 81 dapat digunakan sebagai port altenatif untuk melayani HTTP.
98 – Port Administrasi akses web Linuxconf port.
110 – POP3 Port, alias Post Office Protocol, port server pop mail. Apabila anda mengambil email yang tersimpan di server dapat menggunakan teknologi POP3 yang berjalan di port ini.
111 – sunrpc (Sun Remote Procedure Call) atau portmapper port. Digunakan oleh NFS (Network File System), NIS (Network Information Service), dan berbagai layanan terkait.
113 – identd atau auth port server. Kadang-kadang diperlukan, oleh beberapa layanan bentuk lama (seperti SMTP dan IRC) untuk melakukan validasi koneksi.
119 – NNTP atau Port yang digunakan oleh News Server, sudah sangat jarang digunakan.
123 – Network Time Protocol (NTP), port yang digunakan untuk sinkronisasi dengan server waktu di mana tingkat akurasi yang tinggi diperlukan.
137-139 – NetBIOS (SMB).
143 – IMAP, Interim Mail Access Protocol. Merupakan aplikasi yang memungkinkan kita membaca e-mail yang berada di server dari komputer di  rumah / kantor kita, protokol ini sedikit berbeda dengan POP.
161 – SNMP, Simple Network Management Protocol. Lebih umum digunakan di router dan switch untuk memantau statistik dan tanda-tanda vital (keperluan monitoring).
177 – XDMCP, X Display Management Control Protocol untuk sambungan remote ke sebuah X server.
443 – HTTPS, HTTP yang aman (WWW) protokol di gunakan cukup lebar.
465 – SMTP atas SSL, protokol server email
512 (TCP) – exec adalah bagaimana menunjukkan di netstat. Sebenarnya nama yang tepat adalah rexec, untuk Remote Execution.
512 (UDP) – biff, protokol untuk mail pemberitahuan.
513 – Login, sebenarnya rlogin, alias Remote Login. Tidak ada hubungannya dengan standar / bin / login yang kita gunakan setiap kali kita log in.
514 (TCP) – Shell adalah nama panggilan, dan bagaimana netstat menunjukkan hal itu. Sebenarnya, rsh adalah aplikasi untuk “Remote Shell”. Seperti semua “r” perintah ini melemparkan kembali ke kindler, sangat halus.
514 (UDP) – Daemon syslog port, hanya digunakan untuk tujuan logging remote.
515 – lp atau mencetak port server.
587 – MSA, Mail Submission Agent. Sebuah protokol penanganan surat baru didukung oleh sebagian besar MTA’s (Mail Transfer Agent).
631 – CUPS (Daemon untuk keperluan printing), port yang melayani pengelolaan layanan berbasis web.
635 – Mountd, bagian dari NFS.
901 – SWAT, Samba Web Administration Tool port. Port yang digunakan oleh aplikasi pengelolaan SAMBA berbasis web.
993 – IMAP melalui SSL.
995 – POP melalui SSL.
1024 – Ini adalah port pertama yang merupakan Unprivileged port, yang ditugaskan secara dinamis oleh kernel untuk aplikasi apa pun yang memintanya. Aplikasi lain umumnya menggunakan port unprivileged di atas port 1024.
1080 – Socks Proxy Server.
1433 – MS SQL Port server.
2049 – NFSd, Network File Service Daemon port.
2082 – Port cPanel, port ini digunakan untuk aplikasi pengelolaan berbasis web yang disediakan oleh cpanel.
2095 – Port ini di gunakan untuk aplikasi webmail cpanel.
2086 – Port ini di gunakan untuk WHM, atau Web Host Manager cpanel.
3128 – Port server Proxy Squid.
3306 – Port server MySQL.
5432 – Port server PostgreSQL.
6000 – X11 TCP port untuk remote. Mencakup port 6000-6009 karena X dapat mendukung berbagai menampilkan dan setiap tampilan akan memiliki port sendiri. SSH X11Forwarding akan mulai menggunakan port pada 6.010.
6346 – Gnutella.
6667 – ircd, Internet Relay Chat Daemon.
6699 – Napster.
7100-7101 – Beberapa Font server menggunakan port tersebut.
8000 dan 8080 – Common Web Cache dan port server Proxy Web.
10000 – Webmin, port yang digunakan oleh webmin dalam layanan pengelolaan berbasis web.

Try Out UKK Praktik (Ujikom) TKJ SMK Darut Taqwa

Written By Unknown on Sabtu, 14 Januari 2012 | 07.48


  Pemberitahuan, bagi semua siswa tkj smk darut taqwa, bahwasanya try out ukk praktik 2012 smk darut taqwa akan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 15 januari 2012. Adapun jadwalnya adalah sebagai berikut:

1. jam 07.00-09.00 : kelas 3 tkj 1 (absen 1-21)
2. jam 09.00-10.00 : kelas 3 tkj 1 (absen 22-42)
3. jam 10.00-11.00 : kelas 3 tkj 2 (absen 1-21)
4. jam 11.00-12.00 : kelas 3 tkj 2 (absen 22-43)



Adapun materi try out adalah:
1. instalasi os linux opensuse 11.1 (khusus kelompok 1 saja, kelompok selanjutnya tidak perlu install ulang os)
2. konfigurasi software repository
3. konfigurasi ip address, gateway dan routing
4. konfigurasi dns server
5. konfigurasi xampp, joomla dan proftp server
6. konfigurasi squid proxy server
7. konfigurasi access point
8. konfigurasi client

Persyaratan:
1. memiliki dvd linux opensuse 11.1
2. close book

Install Apache2 PHP dan MySQL pada OpenSUSE 11.1 x86_64

Written By Unknown on Minggu, 13 November 2011 | 20.51

Download dan Extract semua paket beserta dependency-nya
cd /root

vi files.sh
### isi file file.sh ###
#/bin/bash
#download packages and dependencies

wget http://apache.the.net.id/httpd/httpd-2.2.15.tar.gz
wget http://id.php.net/distributions/php-5.3.1.tar.gz
wget http://downloads.mysql.com/archives/mysql-5.1/mysql-5.1.43.tar.gz
wget ftp://xmlsoft.org/libxml2/libxml2-2.7.7.tar.gz
wget http://www.ijg.org/files/jpegsrc.v8a.tar.gz
wget http://curl.haxx.se/download/curl-7.20.0.tar.gz
wget http://ftp.twaren.net/Unix/NonGNU/freetype/freetype-2.3.12.tar.gz
wget http://www.sfr-fresh.com/unix/privat/openca-base-1.1.0.tar.gz:a/openca-base-1.1.0/src/ext-modules/DBI-1.609.tar.gz
wget http://files.directadmin.com/services/custombuild/libpng-1.2.43.tar.gz
wget http://google-desktop-for-linux-mirror.googlecode.com/files/zlib-1.2.3.tar.gz
wget http://www.libgd.org/releases/gd-2.0.35.tar.gz
wget ftp://ftp.cac.washington.edu/imap/imap-2007e.tar.gz
wget http://openssl.org/source/openssl-0.9.7g.tar.gz

echo "Extracting All Packages"

tar -zxvf httpd-2.2.15.tar.gz
tar -zxvf php-5.3.1.tar.gz
tar -zxvf mysql-5.1.43.tar.gz
tar -zxvf libxml2-2.7.7.tar.gz
tar -zxvf jpegsrc.v8a.tar.gz
tar -zxvf curl-7.20.0.tar.gz
tar -zxvf freetype-2.3.12.tar.gz
tar -zxvf DBI-1.609.tar.gz
tar -zxvf libpng-1.2.43.tar.gz
tar -zxvf zlib-1.2.3.tar.gz
tar -zxvf gd-2.0.35.tar.gz
tar -zxvf imap-2007e.tar.gz
tar -zxvf openssl-0.9.7g.tar.gz

chmod dan eksekusi file.sh
cd /root
chmod 755 files.sh
./files.sh

install c compiler dan dependency-nya
yast -i gcc gcc-c++ ncurses-devel pam-devel automake gettext-tools libtool

buat user mysql
yast

>> Security and Users >> User and Group Management
>>  In Users Section >> tekan tab to ADD a new user
>>>  Input User Full Name "mysql", Username "mysql", Password and Confirm  Password >> OK
>> In Group section >> tekan tab to  ADD a Group
>>> Input Group Name "mysql" >> OK
>>  In users Section >> Edit user "mysql"
>>> In Existing  Local User Choose Details Section
>>> Login Shell Change it  to "/bin/false"
>>> Default Group Change it to "mysql"  >> OK >> OK
>> press f9 to quit yast

Compiling mysql
cd /root/mysql-5.1.43
./configure --prefix=/usr/local/mysql \
--localstatedir=/usr/local/mysql/var  \
--with-pthread --with-big-tables

make && make install

ubah permission mysql dir
chown -R mysql.mysql /usr/local/mysql

Copy mysql cnf files dari direktori  di bawah ke /etc/ dan ubah file ke my.cnf
cd /usr/local/mysql/share/mysql

cp my-small.cnf /etc/my.cnf

Install mysql DB
/usr/local/mysql/bin/mysql_install_db --user=mysql

starting mysql server
/usr/local/mysql/bin/mysqld_safe --user=mysql &

buat mysql root password
/usr/local/mysql/bin/mysqladmin -u root password 'new-password'

kompile OpenSSL 0.9.7g
cd /root/
cd openssl-0.9.7g
./config -fPIC
make depend
make install

tambahkan /usr/local/include di dalam ld.so.conf
vi /etc/ld.so.conf

## tambahkan baris di bawah ##
/usr/local/include

Reload ld.so.conf
ldconfig

Compiling Apache/ HTTPD Web Server
cd /root

cd httpd-2.2.15

./configure --prefix=/usr/local/apache2 \
--enable-so  --enable-mods-shared=most \
--enable-ssl=static  --with-ssl=/usr/local/ssl

make && make install

Compiling Zlib, FreeType, GD, LibXML2,LIBJPEG, LIBPNG, CURL, DBI
cd /root
cd zlib-1.2.3/1.2.3
./configure --shared && make && make install

cd ..
cd freetype-2.3.12
./configure && make && make install

cd ..
cd jpeg-8a
./configure --prefix=/usr/local  --enable-shared
make && make install

cd ..
cd libpng-1.2.43
./configure && make && make install

cd ..
cd curl-7.20.0
./configure && make && make install

cd ..
cd libxml2-2.7.6
./configure && make && make install

cd ..
cd gd-2.0.35

./configure --with-freetype=/usr/local \
--with-jpeg=/usr/local/lib \
--with-png=/usr/local/lib

aclocal

autoreconf -fvi

make && make install

cd ..
cd DBI-1.609
perl Makefile.PL
make && make install

cd /root
mv imap-2007e /usr/local/
cd /usr/local/imap-2007e
make lnp EXTRACFLAGS="-fPIC"
mkdir include lib
cp src/c-client/*.h include/
cp c-client/c-client.a lib/libc-client.a
cp c-client/osdep.h include/
cp c-client/env_unix.h include/
cp c-client/linkage.h include/

Compiling PHP
cd /root

cd php-5.3.1

./configure --with-apxs2=/usr/local/apache2/bin/apxs \
--with-mysql=/usr/local/mysql  \
--with-gd=/usr/local \
--with-jpeg-dir=/usr/local/lib \
--with-zlib-dir=/usr/local  \
--enable-ftp \
--with-png-dir=/usr/local/lib \
--with-freetype-dir=/usr/local  \
--with-curl=/usr/local \
--with-imap=/usr/local/imap-2007e \
--with-imap-ssl=/usr/local/ssl  \
--enable-mbstring

make && make install

Copy php.ini
cp php.ini-production /usr/local/lib/php.ini

Konfigurasi php.ini

### pastikan ###

open_short_tag = On

konfigurasi httpd.conf agar support PHP
cd /usr/local/apache2/conf/

vi httpd.conf

### pastikan baris di bawah ini ada ###
LoadModule  php5_module        modules/libphp5.so

### tambahkan baris berikut ###
AddType application/x-httpd-php  .php

### pastikan direktory indexnya sebagai berikut ###
DirectoryIndex index.php index.html

matikan service httpd yang sedang berjalan
cek dengan ps aux lihat noPID httpd yang sedang berjalan
kill [no PID]

uninstall apache default
rpm -qa |grep apache

rpm -e apache2-2.2.10-2.9.1 apache2-utils-2.2.10-2.9.1 apache2-prefork-2.2.10-2.9.1 --nodeps

jalankan httpd
/usr/local/apache2/bin/apachectl  start

tambahkan Apache and MySQL  pada Boot.local Init Script
vi /etc/init.d/boot.local

### tambahkan baris di bawah pada boot.local ###
/usr/local/apache2/bin/apachectl  start
/usr/local/mysql/bin/mysqld_safe --user=mysql &

buat file info.php
cd /usr/local/apache2/htdocs

vi info.php

### isikan baris berikut ###

## save this file ##

akses dari web browser client

http://yourdomain/info.php

atau cek dari console
smkdt:~ # php -v
PHP 5.3.1 (cli) (built: Jul  8 2010 00:11:26)
Copyright (c) 1997-2009 The PHP Group
Zend Engine v2.3.0, Copyright (c) 1998-2009 Zend Technologies

Panduan Instalasi Windows 2003Server

Written By Unknown on Jumat, 14 Januari 2011 | 22.15

Sebelum Menginstal anda harus sudah tahu persyaratan Hardware untuk 2003Server.

Langkah-langkah untuk instalasi system operasi pada PC server akan dijelaskan sebagai berikut :

1. Masukan master CD Windows Server 2003 ke dalam CD-ROM anda, kemudian restart komputer anda. (Pastikan setting boot ordernya sudah pada CD-ROM)

2. Komputer akan melakukan proses Booting melalui CD-ROM anda yang telah berisi CD master Windows Server 2003.

3. Tekan tombol Enter. Maka akan tampil seperti tampak pada gambar di bawah ini.

install-windows-2003-1

4. Sesaat kemudian Windows Server 2003 akan menampilkan tampilan selamat datang seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

install-windows-2003-2

Gambar Tampilan Selamat Datang

5. Tekan tombol Enter untuk Setup Windows Server 2003. Maka akan keluar tampilan Windows Licencing Agreement.

install-windows-2003-3

Gambar Windows licensing aggreement

6. Klik tombol F8 jika ingin melanjutkan instalasi Windows Server 2003. Selanjutnya tekan tombol Enter untuk mulai meng-instal Windows Server 2003.

install-windows-2003-4

Dalam pembagian partisi, kita dapat mengikuti petunjuk yang telah disediakan oleh Windows. Untuk Membuat partisi, kita menekan tombol C, kemudian tentukan besarnya ruang hard disk yang diinginkan. Ketik angka, misalnya 1000, berarti kita membuat partisi tersebut sebesar 1000 Mb atau 1 Gb.

Ulangi langkah-langkah diatas untuk membuat partisi yang lainnya.

7. Windows Server 2003 akan meminta untuk melakukan format terhadap Hard Disk / Partisi yang akan digunakan pada proses Instalasi Windows Server 2003. Jika anda memilih Partisi C sebagai tempat instalasi windows, arahkan posisi ke partisi C, lalu tekan enter untuk melanjutkannya.

Setelah itu pilih file system yang ingin digunakan. Secara Umum terdiri dari dua jenis, yaitu : NTFS dan FAT.

install-windows-2003-5

Gambar Pemilihan file system

8. Windows Server 2003 akan mem-format Hrd Disk / Partisi Hard Disk yang akan digunakan untuk Instalasi.

install-windows-2003-6

Gambar Proses format partisi

9. Setelah proses format Hard Disk / Partisi Hard Disk selesai dilakukan, maka Windows Server 2003 akan mengkopi seluruh file-file instalasi yang dibutuhkan selama proses Instalasi Windows Server 2003.

install-windows-2003-7

Gambar Proses copy file

10. Setelah proses pengkopian seluruh file-file instalasi yang dibutuhkan selama proses Instalasi Windows Server 2003 selesai, maka windows mulai untuk proses instalasinya seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

install-windows-2003-8

Gambar Proses instalasi windows

11. Windows Server 2003 akan menampilkan jendela pengaturan Regional and Language Options seperti terlihat pada gambar di bawah.

install-windows-2003-9

Gambar Regional and language options

12. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Personalized Your Software. Masukkan sesuai dengan Nama dan Organisasi yang sesuai dengan lisensi anda.

install-windows-2003-10

Gambar Personalize your software

13. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Your Product Key. Masukkan 25 digit key produk yang anda punya.

install-windows-2003-11

Gambar Pengisian product key

14. Setelah itu masukan Licencing Modes klik tombol Next. Pada tahapan ini kita dapat memilih 2 opsi, yaitu Per server dan Per Device (seat). Nah anda pilih yang mana ?

Jika kita berbicara tentang Lisensi Resmi tentu saja hal ini sangat berpengaruh. Jika pilihannya adalah per server, kita memiliki jumlah 1 lisensi untuk berapa pengguna. Jika anda mengisi angka 100 CAL, berarti 1 lisensi yang kita miliki hanya boleh dan bisa diakses oleh 100 user dalam waktu yang bersamaan. CAL atau Client Access License adalah lisensi untuk mendapatkan keabsahan mengakses ke server oleh setiap user atau device yang terhubung ke server.

Sebaliknya, jika anda memilih per Device, berarti setiap server yang kita punya memiliki lisensi tersendiri.

install-windows-2003-12

Gambar Licensing modes

15. Masukan Nama Komputer dan Password Administrator dari Windows Server 2003. Kemudian klik tombol Next. Nama Komputer tidak boleh diisi sembarangan, karena akan terkait dengan proses konfigurasi yang lainnya.

install-windows-2003-13

Gambar Pengisian computer name dan password administrator

16. Masukan Tanggal dan Waktu komputer yang akan di-install Windows Server 2003, kemudian klik tombol Next.

install-windows-2003-14

Gambar Pengaturan date and time

17. Windows Server 2003 akan menampilkan jendela Networking Setting. Jika tidak akan melakukan seting-an standar yang diberikan oleh Windows Server 2003 (Default) saat ini, klik tombol Next.

install-windows-2003-15

Gambar Pengaturan jaringan

18. Tunggu beberapa saat, windows akan melakukan proses konfigurasi.

19. Windows Server 2003 telah selesai di Install, langkah berikutnya login ke dalam komputer tersebut dengan menekan tombol keyboard CTRL + Alt + Delete.

20. Masukan User name dan password administartor, kemudian klik tombol OK.

Download Modul Windows 2003Server Lengkap

Ayo Ambil

Sekilas Pengetahuan Windows 2003 Server

Written By Unknown on Senin, 10 Januari 2011 | 22.42

Sekilas Windows Server 2003

Microsoft Windows Server 2003 merupakan generasi penerus dari Windows Server 2000. Windows ini dibuat khusus untuk server pada jaringan. Beberapa fasilitas yang ada pada Windows Server 2003 ini adalah :


  • File Server

  • Print Server

  • Web Server

  • Mail Server

  • Multimedia Server

  • DNS Server

  • Application Server (Web Server, FTP Server, dll)

  • DHCP Server

  • Dan Juga bisa sebagai Router (NAT)

Secara garis besar Windows Server 2003 memiliki Versi :


  • Windows Server 2003 Standard Edition

  • Windows Server 2003 Web Edition

  • Windows Server 2003 Enterprise Edition

  • Windows Server 2003 Datacenter Edition

  • Windows Small Business Server 2003


Step #1: Persiapan Installasi



Sebelum melakukan instalasi pastikan Komputer yang akan anda instal sudah memenuhi persyaratan minimal sbb :



Windows Server 2003 Standard Edition


  • Processors minimum speed 550 megahertz (MHz). Atau minimum support 133 MHz. Maximum mendukung 4 processors per computer.

  • 256 megabytes (MB) RAM (recommended minimum) atau minimum 128 MB, dan maksimum 4 gigabytes (GB).


Windows Server 2003 Web Edition




  • Satu atau Dua processors dengan recommended minimum kecepatan 550 megahertz (MHz). Minimum speed 133 MHz. Maximum mendukung dua processors per computer.

  • 256 megabytes (MB) RAM (recommended minimum) atau minimum 128 MB, dan maksimum 2 gigabytes (GB).

  • Minimal Ruang hard disk 1.25 GB sampai 2 GB.

  • Harus menggunakan Partisi NTFS untuk Windows Server 2003, Web Edition.


Windows Server 2003 Enterprise Edition


  • Processors minimum speed 550 megahertz (MHz). Atau minimum support 133 MHz. Maximum mendukung 8 processors per computer.

  • 256 megabytes (MB) RAM (recommended minimum) atau minimum 128 MB, dan maksimum 32 gigabytes (GB).


Windows Server 2003 Datacenter Edition


  • Diharuskan memiliki 8 atau lebih processors dengan minimum speed 400 megahertz (MHz). Untuk memulai instalasi baru, membutuhkan minimum processor 550 MHz. Maximum mendukung 32 processors per computer.

  • 512 megabytes (MB) RAM minimum, 128 gigabytes (GB) maximum.

  • 2 GB ruang hard-disk kosong (minimum) untuk Setup.

Dari kebutuhan hardware diatas anda bisa memilih ingin mengintal Windows Server 2003 yang sesuai dengan komputer anda.

Proxy Transparrent di SUSE 11.1 Om Siro

Written By Unknown on Sabtu, 09 Oktober 2010 | 20.14

Materi ini merupakan bagian dari ujikom kelas 3 di tahun 2011 nanti kini kita sedang membangun sebuah router yang bertujuan memberikan pelayanan yang pasti untuk client . . . Ehhmm apakah ribet ya pikir? Cobalah kita kerjakan apa adanya apa yang sesuai kita pelajari. . .

Proxy server adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau Intranet. Proxy server tidak terlihat oleh client, seorang pengguna yang berinteraksi dengan internet melalui sebuah proxy server tidak akan mengetahui bahwa sebuah proxy server sedang menangani request yang dilakukannya. Pada distro OpenSUSE ini menggunakan squid versi 2.7. Squid sendiri merupakan aplikasi (software) yang digunakan dalam proxy.

Sudah siap bereksperimen pikir? Kalau belum, marisini coba baca kembali Membangun Router dengan OpenSUSE 11.1 dan Menggabungkan 3 Router di Suse, insya Allah akan membantu. Well, langkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Install terlebih dahulu paket squid pada Yast >> Software >> Software Manajemen. Pada kolom Phrase, ketik squid, lalu pilih squid 2.7 >> Accept / OK
  2. Edit squid dengan perintah
    mcedit /etc/squid/squid.conf atau vi /etc/squid/squid.conf
    Namun kali ini, saya menggunakan vi
  3. Perlu diperhatikan bahwa, terdapat banyak script di dalam squid.conf. Namun tidak semuanya berupa perintah. Baris script yang didahului dengan tanda pagar (#) bukan merupakan perintah, dapat berupa informasi, pemberitahuan, contoh, judul dan sebagainya. Jadi script yang tidak didahului tanda pagar (#) dapat dipastikan berupa baris perintah yang dijalankan oleh system. Terdapat pengeculian, suatu kondisi dimana terdapat beberapa script seperti berikut:
    # Default:
    # cache_mem 8 MB
    Artinya: seharusnya script di atas tidak berjalan sebagai perintah, karena terdapat tanda pagar di depannya. Tapi sebenarnya script tersebut berjalan secara default, tapi bila ingin mengganti default 8 MB, misal 16 MB, harus menghapus tanda pagar. Bila tidak, baris perintah tersebut akan tetap bekerja secara default, walaupun telah diubah.
  4. Cari “# http_port 3128”, lalu tambahkan kata transparent sesudahnya. Sehingga jadi seperti berikut, # http_port 3128 transparent
  5. Cari “# cache_mem 8 MB”. Gantilah nilai 8 sesuai dengan ½ kapasitas memori yang ada. Lalu hilangkan tanda pagar di depannya.Misal, menjadi cache_mem 512 MB
  6. Cari “# cache_dir ufs /var/cache/squid 100 16 256”. Gantilah angka 100 sesuai dengan kapasitas harddisk yang tersedia, misalnya ½ bagiannya.
  7. Tambahkan network kita, yang letaknya di bawah acl localnet src 192.168.0.0/24. Misalkan nama network adalah belajar dengan range IP Address 192.168.15.0/24, akan menjadi seperti, acl belajar src 192.168.15.0/24
  8. Tambahkan beberapa fasilitas pembatasan akses client. Umumnya yang sering ditambahkan adalah blok situs tertentu, blok kata tertentu, blok situs dengan nomor IP tertentu, dan pengecualian terhadap suatu situs/kata terhadap blok kata/situs. Letakkan di bawah acl CONNECT method CONNECT.
    Misalkan, (ada 4 perintah yang ditambahkan)
    acl kecuali dstdomain “/etc/squid/kecuali.txt”
    acl = acl (access control list) adalah daftar pengontrolan untuk melihat layanan yang dapat diakses atau yang tidak dapat diakses
    kecuali = fasilitas yang dapat ditambahkan (nama bebas)
    dstdomain = berhubungan dengan domain, sedangkan url_regex berkaitan dengan kata, dan dst berkaitan dengan alamat IP
    “/etc/squid/…. = lokasi penyimpanan file
    kecuali.txt” = nama file
    acl kata url_regex -i "/etc/squid/kata.txt"
    acl situs dstdomain "/etc/squid/situs.txt"
    acl ip dst "/etc/squid/ip.txt"

  9. Sertakan/tulis hak akses pada network yang telah dibuat. Ingat nama network yang telah dibuat adalah belajar. Letakkan di bawah http_access allow localhost, letaknya sekitar line 654. Tulis dibawahnya http_access allow belajar
  10. Sertakan/tulis hak akses pada fasilitas-fasilitas yang telah dibuat. Kata allow berarti boleh/diperbolehkan, sedangkan deny berarti dilarang/tidak diperbolehkan. Letakkan di bawah # INSERT YOUR OWN RULE(S) HERE TO ALLOW ACCESS FROM YOUR CLIENTS. Tambahkan beberapa perintah berikut (sesuai no. 8)
    http_access allow kecuali
    http_access deny kata
    kecuali http_access deny situs
    kecuali http_access deny ip
  11. Masuk pada directory /etc/squid, lalu buat file-file dari fasilitas yang ingin dibuat. Dari setiap file, minimal harus terisi sebuah objek tertentu. Misalkan pada kata, harus terdapat kata tertentu untuk diblokir. Jadi, sesuai dengan rangkaian di atas, wajib ditambahkan 4 file yaitu kecuali.txt, kata.txt, situs.txt dan ip.txt. Masing-masing dengan perintah vi kecuali.txt, vi kata.txt, vi situs.txt dan vi ip.txt
  12. Restart squid lalu stop kembali squid dengan perintah
  13. rcsquid restart (untuk restart)
    rcsquid stop (untuk stop)
  14. Buat partisi swap (Squid harus dalam keadaan mati, perintah nya rcsquid stop. Perintah ini hanya digunakan sekali), perintah yang digunakan adalah
  15. squid -z
  16. Lakukan routing kembali (prerouting) dengan perintah
  17. iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.15.0/24 -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128
  18. Rekonfigurasi squid (perintah ini digunakan untuk setiap kali squid.conf di edit / di utak-atik) dengan perintah:
  19. squid –k reconfigure
  20. Save dengan perintah
  21. iptables-save > /etc/sysconfig/iptables
  22. Restart squid dan network dengan perintah
  23. rcsquid restart dan rcnetwork restart
  24. Hingga di sini client sudah dapat mengakses initernet dengan mengalihakan port 80 (http) menuju port 3128 (proxy), dengan bebarapa fasilitas di dalamnya.
Pada saat user mengakses url yang dilarang, akan muncul pesan/peringatan default dalam bahasa inggris. Kita dapat mengeditnya sendiri, sehingga dalam bentuk bahasa Indonesia yang dapat lebih mudah dipahami. Untuk mengeditnya dapat menggunakan perintah berikut:
vi /usr/share/errors/English/ERR_ACCESS_DENIED
Modifikasi sesuai keinginan. Mudahkan ! sengihnampakgigi

Nah selesai sudahmenari, tapi belom 100% nangis, pastikan hal-hal berikut juga.
  1. Menghubungkan PC client dengan eth1 router
  2. Mengisi IP Address secara manual (karena pada router belum di setting DHCP), dan agar IP client dapat di ping oleh router, matikan firewall untuk sementara waktu.
  3. Melakukan beberapa perintah ping terhadap gateway (eth1), eth0, gateway internet, DNS, dan beberapa situs tertentu.
  4. Browsing melalui browser, dan mencoba mengakses situs tertentu yang diijinkan.
  5. Bila mengakses situs tertentu atau memasukkan keyword tertentu yang dilarang akan tampil pesan peringatan yang telah disiapkan oleh admin sebelumnya.
So, berikut ini sceenshoot dari client pada saat mendapati pesan error
Nah kini kita sudah selesai setting proxynya lanjut ke bagian berikutnya . . Selamat Belajar. .
callme

Setup Mikrotik sebagai Gateway server

Written By Unknown on Rabu, 29 September 2010 | 20.58


MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai
network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa
dilakukan melalui Windows application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada
Standard computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource
yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk
keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk
mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.
Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut :
- Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.
- Statefull firewall
- HotSpot for Plug-and-Play access
- remote winbox GUI admin
Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com.
Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap
segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja. Kita bisa membeli software
mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita
membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC kita.
Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan
sederhana sebagai gateway server.
===========================================================================
1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.
2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.7
Login: admin
Password:
Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin
dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.
3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >
4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “Waton”
[admin@Mikrotik] > system identity set name=Waton
[admin@Waton] >
5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@Mikrotik] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@Mikrotik] >
6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk
koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local
kita dengan IP 172.16.0.1
[admin@Waton] > ip address add address=192.168.0.1
netmask=255.255.255.0 interfac
e=ether1
[admin@Waton] > ip address add address=172.16.0.1
netmask=255.255.255.0 interfac
e=ether2
7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@Waton] >ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1
1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2
[admin@Waton] >
8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah
192.168.0.254
[admin@Waton] > /ip route add gateway=192.168.0.254
9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@Waton] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2
1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1
[admin@Waton] >
10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@Waton] > ping 192.168.0.254
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1>
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1>
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@Waton] >
11. Setup DNS pada Mikrotik Routers
[admin@Waton] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remoterequests=
no
[admin@Waton] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remoterequests=
no
12. Melihat konfigurasi DNS
[admin@Waton] > ip dns print
primary-dns: 192.168.0.10
secondary-dns: 192.168.0.11
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@Waton] >
13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@Waton] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@Waton] >
Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.
14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar
client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@Waton] > ip firewall nat add action=masquerade outinterface=
ether1
chain: srcnat
[admin@Waton] >
15. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@Waton] ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@Waton] >
Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika
berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway
server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox
yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup
dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :
1.Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20
2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client
Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1
3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
4. Lihat status DHCP server
[admin@Waton] > ip dhcp-server print
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 X dhcp1 ether2
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih
dahulu pada langkah 5.
5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0
kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti
sudah aktif.
6. Tes Dari client

Mikrotik Indonesia IT Solution's

Instalasi openSUSE tanpa CD/DVD – Menggunakan PXE Boot Network Bagian I

Written By Unknown on Minggu, 26 September 2010 | 18.25


pxe

PROLOG

Instalasi openSUSE melalui jaringan dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui protokol http, FTP, Samba, NFS maupun protokol lainnya. Kesemua proses tersebut biasanya tetap membutuhkan 1 tahapan penting yaitu menggunakan CD/DVD untuk melakukan boot hingga proses instalasi dapat memilih apakah menggunakan repo jaringan atau tidak. Jadi term instalasi melalui jaringan disini lebih menekankan pada aspek penempatan repositorinya.

Meski cara tersebut sudah sangat membantu untuk instalasi, ada beberapa kebutuhan dimana kita tidak bisa menggunakan CD/DVD untuk melakukan proses booting. Hal ini terjadi bisa karena 2 hal, pertama karena kita tidak punya CD/DVD ROM atau CD/DVD ROMnya rusak (kacian deh lo :-P ) dan kemungkinan kedua, CD/DVD instalasi rusak karena scratch, gores atau berbagai sebab lain.

Untuk mengatasinya kita bisa menggunakan 2 cara. Cara pertama adalah dengan menggunakan script yang akan menambahkan entry pada grub dan nantinya kita dapat memilih instalasi menggunakan repositori jaringan. Tips ini dapat dibaca pada link berikut : Instalasi openSUSE Melalui Jaringan Melalui Modifikasi Grub. Sayangnya, cara ini memiliki kelemahan, yaitu kita harus sudah memiliki sistem openSUSE yang sudah berjalan.

Cara kedua adalah dengan menggunakan feature Boot from LAN yang biasanya disediakan motherboard-motherboard generasi sekarang. Feature Boot from LAN ini akan memerintahkan komputer untuk secara otomatis mencari sumber instalasi melalui jaringan. Konsep ini sendiri biasa dikenal dengan nama PXE Boot.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN PXE BOOT ?

PXE adalah singkatan dari Preboot Execution Environment. PXE adalah salah satu cara menjalankan komputer tanpa Floppy/Hard Disk/CD-ROM, dalam arti bahwa BIOS akan secara otomatis menjalankan perintah yang dikirimkan melalui jaringan. Tentu saja cara ini membutuhkan server yang bertindak sebagai penyedia layanan PXE dan komputer client harus memiliki kemampuan booting melalui jaringan.

Sebagian besar motherboard baru memiliki fasilitas Boot from LAN secara default. Boot from LAN biasa dikenal juga sebagai BOOTROM. Kita harus mengaktifkan kemampuan Boot from LAN ini melalui BIOS setup. Proses setup mungkin saja berbeda antara motherboard yang satu dengan yang lainnya namun biasanya terletak di menu Advanced BIOS setup. Aktifkan juga setting agar Boot from LAN/Network sebagai prioritas utama booting.

APA KEUNTUNGAN DARI INSTALASI MELALUI PXE BOOT ?

  1. Tidak memerlukan CD/DVD/Floppy/LiveUSB maupun sistem yang sudah terinstall. Satu-satunya yang diperlukan adalah server yang sudah disetup dan klien mendukung boot dari LAN.
  2. Mudah dan cepat dikonfigurasi
  3. Tidak membutuhkan media untuk booting. Tidak perlu burning Net ISO untuk melakukan booting.
  4. Mengurangi biaya instalasi dan upgrade dan mengurangi kemungkinan kesalahan setting
  5. Mengurangi waktu persiapan dan proses instalasi
  6. Jika dipadukan dengan autoyast, Instalasi menggunakan PXE boot dapat secara otomatis melakukan instalasi paket yang sudah distandarisasi dan pada akhirnya kita dapat melakukan proses unattended install. Unattended install adalah proses instalasi tanpa campur tangan kita. Penjelasan mengenai Autoyast dapat diakses di disini.

KONFIGURASI SERVER

MEMPERSIAPKAN INSTALLATION SOURCE/REPOSITORI LOKAL

Dalam tutorial ini saya akan menggunakan instalasi melalui jaringan menggunakan protokol http. Pada prakteknya, protokol yang disupport oleh openSUSE sangat beragam, antara lain dalam bentuk protokol smb, nfs, ftp dan lain sebagainya.

  1. Instalasi Apache server, buat folder dengan nama 11.1 di /srv/www/htdocs
    1.zypper in -t pattern lamp_server
    2.service apache2 start
    3.mkdir /srv/www/htdocs/11.1
  2. Copy seluruh isi DVD openSUSE 11.1 kedalam /srv/www/htdocs/11.1.
  3. Jika tidak punya DVD atau tidak ingin melakukan DVD, anda bisa menggunakan file ISO. Lakukan proses mount dengan perintah : mount -o loop iso-image target-folder). Untuk keperluan sesaat, mount bisa dilakukan langsung ke folder /srv/www/htdocs/11.1 namun untuk keperluan permanen, mount ke folder lain baru kemudian isinya dicopy ke /srv/www/htdocs/11.1.

MEMPERSIAPKAN TFTP SERVER

TFTP Server merupakan singkatan dari Trivial File Transport Protocol (TFTP), model protokol untuk file transfer yang sederhana, dengan fungsi utama bertindak sebagai FTP server.

Kita akan menggunakan TFTP Server sebagai media melakukan booting berdasarkan data dari server jaringan.

  1. Install TFTP Server
    1.zypper in yast2-tftp-server tftp syslinux
  2. Lakukan konfigursi TFTP Server. Klik YAST | Network Services | TFTP Server
    `
    tftp-server-1
  3. Pilih Enable, dan ubah Boot Image Directory menjadi /srv/tftpboot. Jika menggunakan firewall, jangan lupa untuk memberikan tanda centang/contreng pada pilihan Open Port in Firewall.
  4. Klik OK
  5. Coba check ke folder /srv/tftpboot, semestinya ada file dan folder tertentu.

CATATAN : Pada openSUSE 11.1, ada kemungkinan proses setup TFTP tidak secara otomatis melalukan copy data syslinux ke lokasi yang dituju sehingga ada kemungkinan folder /srv/tftpboot masih kosong. Jika ini yang terjadi, lakukan 2 hal sebagai berikut :

  • Copy file /usr/share/syslinux/pxelinux.0 ke /srv/tftpboot
  • Buat folder /srv/tftpboot/pxelinux.cfg

Setup FTP Server pada OpenSUSE Menggunakan YAST

FTP server merupakan sebuah server yang memanfaatkan File Transfer Protocol (FTP) untuk keperluan transfer file antar mesin pada jaringan TCP/IP. FTP adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas komputer antar mesin-mesin dalam sebuah jaringan internet atau intranet.

FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan proses download dan upload data. FTP Server dapat diakses menggunakan FTP klien yang berjalan pada modus Konsole / Terminal maupun modus GUI.

Berikut adalah cara melakukan setting FTP Server pada OpenSUSE menggunakan vsftpd. vsftpd terkenal sebagai ftp server yang handal dan tingkat securitynya cukup powerful.

INSTALASI

Cara 1

  1. Buka YAST | Software | Software Management. Cari file vsftpd dan yast2-ftp-server. Pilih (beri tanda centang) dan klik Accept.
  2. Tutup YAST dan buka kembali untuk merefresh tampilan agar ada pilihan FTP Server pada setting network services

Cara 2

  1. Buka konsole / terminal (ALT + F2, konsole)
  2. Ketik
    1zypper in vsftpd yast2-ftp-server
  3. Tekan Enter dan tunggu hingga proses instalasi selesai

AKTIVASI

  1. Buka YAST | Network Services | FTP Server
  2. Pada wizard pertama — Start-Up — Tentukan pilihan untuk Service Start. Sebaiknya pilih when booting agar service FTP langsung berjalan pada saat komputer dihidupkan. Untuk Switch On & Off, kita bisa langsung menjalankan FTP Server. Lanjutkan setting dengan memilih General pada bagian kiri.
  3. FTP1

  4. Pada wizard kedua — General — tentukan banner Welcome Message, pilihan Chroot (jika dipilih, user tidak akan bisa kemana-mana selain di home directory sendiri), Verbose Logging (Pesan log akan ditampilkan), Umask (default umask user dan group), serta lokasi folder untuk masing-masing user baik anonymous maupun authenticated user. Setelah disetting, klik bagian Performance
  5. FTP2

  6. Pada wizard ketiga — Performance — tentukan setting koneksi akan diputus jika user idle alias tidak melakukan apa-apa selama sekian menit, kemudian jumlah maksimum klien yang boleh mengakses dari 1 IP, Jumlah total klien yang boleh mengakses dan maksimum bandwidth yang diberikan. Setelah selesai, pindah ke bagian Authentication
  7. FTP3

  8. Pada wizard keempat — Authentication — tentukan siapa saja yang boleh mengakses FTP Server, dan apakah user anonymous boleh melakukan proses upload atau tidak. Untuk keamananan, opsi ini sebaiknya dinon aktifkan, jangan ikuti contoh saya dibawah ini, hehehe… Setelah selesai, pindah ke bagian Expert Setting
  9. FTP4

  10. Pada wizard kelima — Expert Settings– tentukan pilihan untuk Passive Mode, akses SSL (Secured Sockets Layer) dan setting Firewall. Jika Firewall diaktifkan, kita harus memberikan akses pada port yang digunakan oleh FTP Server, biasanya port 21. Setelah selesai, klik Finish.
  11. FTP5

KONFIGURASI FIREWALL UNTUK FTP

  1. Buka teks editor dalam akses root, misalnya kwrite dengan menekan tombol ALT+F2 dan mengetik perintah
    1kdesu kwrite
  2. Buka / edit file /etc/sysconfig/SuSEfirewall2
  3. Berikan akses ftp pada variabel FW_SERVICES_EXT_TCP, contoh :
    1FW_SERVICES_EXT_TCP="http https ftp"
  4. Aktifkan fungsi tracking dan NAT pada variabel FW_LOAD_MODULES, Contoh :
    1FW_LOAD_MODULES="ip_conntrack_ftp ip_nat_ftp"
  5. Jalankan ulang service FTP Server
    1service vsftpd restart

KONFIGURASI USER

  • Buat group untuk ftp-account:
  • 1groupadd ftp-account
  • Buat home direktori buat ftp-account:
  • 1mkdir /home/ftp-account/
  • Ubah hak akses direktori ftp-account:
  • 1chmod 750 /home/ftp-account
  • Ubah kepemilikan direktori ftp-account:
  • 1chown root.ftp-account /home/ftp-account
  • Buat user untuk akses FTP:
  • 1useradd -g ftp-account -d /home/ftp-account vavai
  • Buat password untuk user vavai :
  • 1passwd vavai

    new password:
    reenter new password:

TESTING FTP SERVER

  1. Melalui konsole (ALT + F2, konsole) untuk user anonymous
  2. FTP6

  3. Melalui konsole (ALT + F2, konsole) untuk user authentikasi
  4. FTP7

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog SMK DARUT TAQWA - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger